SYUKUR

Posted: 5 April 2010 in Tak Berkategori

Dimana rasa syukur kita pada Allah SWT. Kita tidak mungkin bisa menghitung nikmat yang telah Allah berikan pada kita. Dengarkan cerita tadi, sudah berapa banyak orang-orang disekitar kita terkena musibah, ada yang sakit, kecelakaan, meninggal dunia, terkena bencana dll. Namun mengapa kita yang sampai saat ini diberi kesehatan tidak mau bersyukur kepada Allah SWT. Bayangkan bila kita diberi sesuatu oleh seseorang, dan kita tidak mengucapkan terima kasih atau memberi balasan maka bagaimana perasaaan orang tersebut. Kecewa bukan dan mungkin tidak akan pernah memberikan sesuatu lagi pada kita karena rasa kecewanya pada kita. Begitu juga Allah yang telah memberikan nikmat pada kita, namun kita tidak mau bersyukur pada –Nya, maka tentu saja Allah kecewa pada kita yang tidak mau bersyukur pada-Nya. Sesuai janjinya dalam al-Qur’an; Allah akan memberikan azab pada kita yang tidak mau bersyukur pada-Nya. Marilah kita lahirkan rasa syukur kita pada Allah dengan ucapan hamdalah dan bersikap yang baik dengan bertaqwa pada Allah swt.

MENGAPA KITA BERMADZHAB

Posted: 23 Januari 2010 in inyong banget

  1. Pendahuluan

Dalam kehidupan beragama, istilah madzhab sudah lazim kita dengar. Madzhab yang populer atau yang telah diakui oleh kalangan umat Islam ada empat madzhab yaitu Madzhab Hanafi, Maliki, Syafi’i, dan Madzhab Hanbali.

Secara bahasa madzhab berarti jalan. Sedangkan pengertian madzhab secara istilah sebagaimana dijelaskan oleh KH. Zainal ‘Abidin Dimyathi dalam kitabnya al-Idza’ah al-Muhimmah, Madzhab adalah hukum dalam berbagai masalah yang diambil, diyakini dan dipilih oleh para imam mujtahid.

Madzhab tidak akan terbentuk dari hukum yang telah jelas (qath’i) dan disepakati para ulama. Misalnya bahwa shalat itu wajib, zina haram dan semacamnya. Madzhab itu ada dan terbentuk karena terdapat beberapa persoalan yang masih menjadi perselisihan di kalangan ulama. Kemudian hasil pendapat ulama itu disebarluaskan serta diamalkan oleh para pengikutnya. Jadi madzhab itu merupakan hasil elaborasi (penelitian secara mendalam) para ulama untuk mengetahui hukumTuhan yang terdapat dalam al-Qur’an, al-Hadits serta dalil yang lainnya. Baca entri selengkapnya »

Cerita Kampus

Posted: 23 Januari 2010 in Pendidikan

Heh mas, kenapa kamu merenung terus, ada apa? Tanyaku pada si Fadil.
Eh kamu pram, engga ko saya ngga lagi ngelamun”, katanya dengan sedikit kaget melihat diriku tiba-tiba di dekatnya.
Ah’ jangan bohong, cerita dong ada apa sama aku, barangkali aku bisa bantu.
“Trims mas, ngga kok aku ngga ada apa-apa, aku cuman lagi mikir kira-kira kapan yah aku bisa selesai S1, terus setelah itu saya mau kerja dimana, apa kira-kira ijazahku laku buat cari pekerjaan di zaman seperti ini.
Wah kamu ini Dil’ ya jelas saja kita sekarang sudah semester 7 berarti kan tinggal satu semester lagi kita selesai, masalah cari kerja jangan dipikirkan dulu, apa kamu khawatir ijazah STAINU kita ini tidak laku dipasaran. Jangan salah dil, walaupun kampus kita bukan kampus bonavit dan bukan di kota besar kayak Jogja atau Jakarta tapi kampus kita ini sudah di Akreditasi BAN dan kamu tahu sendiri kan hasilnya A, berarti kampus kita sudah sesuai dengan standar nasional lho dil’.
Bukan begitu mas pram, kamu kan tahu sendiri pandangan masyarakat tentang kampus kita ini,…
Memangnya kenapa dil ?
Ya banyak yang bilang kampus kita ini belum diakui, kualitas dosen dan lulusannya rendah dan sebagainya-sebaginya, kata Fadil sambil menatap dosen Bahasa Arab-Ali Mu’in, Lc yang baru lewat dengan mobil Tordnya.
Eh dil, memang kamu merasa begitu.., ? itu kan dulu sekarang sudah nggak kayak gitu, coba kamu lihat tadi pak Ali Mu’in, Lc apa kamu anggap dia itu dosen bukan berkualitas ? Dia itu asli lulusan Al-Azhar lho dil, lah kamu tahu sendiri kan, nggak perlu saya jelaskan. Ya memang sih nggak seluruh dosen di kampus kita ini berkualitas, terutama kalau kita lihat dari background pendidikannya, masih banyak yang baru S1 dan kadang mismach dengan mata kuliah yang diajarkannya. Tetapi percayalah pihak kampus sekarang lagi meningkatkan kualitas para dosen di kampus kita ini. Kaya sekarang kan banyak dosen kita yang masih S1 sedang melanjutkan S2 di luar, bahkan ada yang baru selesai S3 kayak Dosen kita siapa itu yang ngajar mata kuliah Sejarah Pemikiran Islam yang asalnya Kutoarjo…?tanyaku agak lupa.
Oh pak Slamet, memangnya dia sudah selesai S3 nya ?, wah berarti dia Doktor yah !‘ DR. Slamet..,Hebat…! Fadil bangga sambil senyum-senyum.
Tapi kalau yang masalah mahasiswa atau lulusannya kurang berkualitas, kayaknya ada benernya juga tuh…. <bersambung>

I THINK

Posted: 5 Januari 2010 in inyong banget

Entah mengapa setiap aku mendengar nama orang-orang yang bertitel S.Pd, M.Pd, M.Hum, MM, MA dan sebagainya timbul gejolak semangat dan rasa ingin yang sangat untuk bisa seperti mereka. Secara tiba-tiba ada keinginan untuk belajar, membaca, kuliah pokoknya mencari ilmu sebanyak-banyaknya. Ingin aku habiskan waktu-waktuku untuk membaca buku, ingin rasanya aku berangkat kuliah rajin, dan selesai kuliah aku ingin langsung melanjutkan ke S.2. Itulah yang aku rasakan kalau mendengar atau melihat orang-orang yang berpendidikan seperti ketua PBNU DR. KH. Ahmad Hasyim Muzadi, KH. M. Cholil Nafis, Lc, MA dari lembaga Bahtsul Masail PBNU dan yang lain. Namun itu hanya sekedar semangat yang berkobar saat api itu menyambar dan membakar jiwaku, namun setelah api itu padam, sedikit demi sedikit semangat itu hilang begitu saja.

Kalau aku ingat waktu aku masih sekolah dulu dari SD sampai SMK sepertinya tidak pernah terbesit dalam pikiranku untuk menjadi orang yang besar berpendidikan. Aku juga tidak tahu dulu punya cita-cita apa. Sewaktu sekolah di SMK, aku akui tidak serajin waktu aku masih sekolah di MTs (setingkat SMP), bahkan aku terbilang berprestasi ketika masih di MTs. Namun setelah aku masuk ketingkat SMK menjadi siswa berprestasi sepertinya sudah jauh sekali dari pikiranku. Bukan tanpa sebab aku berubah seperti itu, namun aku tidak akan pernah menyalahkan satu sisi dari penyebab itu karena tidak semua karenanya aku dirugikan, bahkan aku merasa harus bersyukur. Maaf aku tidak bisa menceritakan untuk penyebab ini untuk menghindari salah tafsir dari pembaca.

Sekarang aku kuliah dan sudah hampir selesai S.1 dan semoga aku bisa menyelesaikan kuliaku ini. Memang semangat untuk belajar dan belajar timbul setelah aku mengenal bangku perkuliahan. Namun memang tidak cukup hanya semangat saja untuk bisa mendapatkan ilmu dibutuhkan juga kemauan, pengorbanan, kesabaran dan tahan cobaan. Hidup dimasa sekarang ini memang sangat banyak sekali cobaannya, perkembangan teknologi yang semakin canggih ternyata sedikit demi sedikit mengikis keimananku. Nafsu liar terus memburuku dengan kedok mengikuti zaman dan memanfaatkan perkembangan teknologi, namun ternyata didalamnya kemadhorotan besar yang ada. Secara tidak langsung penyalahgunaan teknologi merapuhkan iman dan akhlaku, imbasnya rasa malas dalam belajar, dan kegersangan hidup yang terus menyeliputi. Sungguh tragis bencana ini melandaku, ingin rasanya aku kembali kemasa-masa dulu, aku ingin memperbaiki hidupku. Aku tidak ingin menjadi sampah masyarakat apalagi agama, aku ingin menjadi orang berguna dan bermanfaat. Tidak semudah membalikan telapak tangan untuk menjadi orang yang benar, dibutuhkan kesabaran dan pengorbanan. Banyak sekali cobaan yang mendera dikala kita tertatih-tatih berjalan menuju jalan yang benar itu. (Bersambung)

Diri Kita Di Dalam Perut Ibu

Posted: 4 November 2009 in inyong banget

Para sahabat yang aku cintai, kali ini kita akan memundurkan waktu sejenak dan melihat apa yang terjadi pada diri kita tatkala kita berada di dalam rahim ibunda kita. Sungguh begitu Agungnya Sang Ilahi membentuk, menjaga dan memelihara diri kita. Kasih Sayang-Nya meliputi seluruh alam semesta. Sungguh Engkau-lah Tuhan kami Yang Maha Pengasih.

Sahabatku, foto-foto di bawah ini memperlihatkan proses apa saja yang terjadi pada sang janin hingga pada akhirnya ia menjadi seorang manusia. Prosesnya dijelaskan secara bertahap dimulai dari minggu ke 8. Mari Sahabatku kita mulai perjalanan ini. Baca entri selengkapnya »

Sebagian kita sudah tak asing lagi dengan sholat sunnah yang satu ini. Namun pengetahuan belum menunjukkan sebuah perbuatan: sebuah pengamalan dalam beribadah. Hal ini bisa jadi karena kita malas, tak punya waktu mengerjakannya, tidak tahu bagaimana cara melaksanakannya, tidak tahu segenap keutamaannya ( fadilah ) yang tersembunyi didalamnya.

Baca entri selengkapnya »

MEMBANGUN TEOLOGI UKHUWAH*

Posted: 16 Februari 2009 in Pendidikan
bapak

Moh. Dawamudin

Dalam kehidupan empirik, pluralitas dalam kehidupan (al-tanawwu’ fi al-hayat) manusia dalam berbagai hal/aspek adalah satu keniscayaan, dan nanpaknya pluralitas ini juga merupakan sunnatullah yang harus kita terima dengan sikap inklusif. Kita sudah melihat dalam kehidupan faktual bahwa suku, bahasa, ras, agama bahkan sampai pandangan ideologi yang ada di muka bumi ini sangat beragam. Dengan demikian menolak pluralitas Baca entri selengkapnya »

Tulisan Sebelumnya

Posted: 14 Februari 2009 in inyong banget
Konco-koncoku neng mejid

my pren

Posted: 7 Januari 2009 in Pendidikan

SISWA

KODE ETIK PENDIDIK

MENURUT IMAM NAWAWI AL-JAWI AL-BANTANI

(Dalam Kitab Bidayatul Hidayah)

  1. Menerima segala problem peserta didik dengan hati dan sikap yang terbuka dan tabah.
  2. Pengasih dan penyayang.
  3. Mengakhiri dan menghilangkan sikap angkuh terhadap sesama.
  4. Menghilangkan aktifitas yang tidak berguna/sia-sia.
  5. Lemah lembut terhadap peserta didik yang IQ-nya rendah dan memaksimalkannya.
  6. Menghilangkan marah dalam menghadapi problem peserta didik.
  7. Hendaknya tidak berpenampilan menakutkan terhadap peserta didik.
  8. Menghormati dan menghargai semua pertanyaan peserta didik.
  9. Mengontrol dan mencegah peserta didik mempelajari ilmu yang menyimpang dan atau melakukan perbuatan yang melanggar syar’i.
  10. Menanamkan sifat ikhlas pada peserta didik serta terus menerus memantau perilaku peserta didik dalam hal taqarrub kepada Allah.
  11. Menjaga kehormatan dan kewibawaan dalam bertindak.

FILSAFAT PENDIDIKAN

Posted: 7 Januari 2009 in Pendidikan

HAKIKAT DAN TUJUAN PENDIDIKAN ISLAM


A. Pendahuluan

Pembahasan tantang tujuan pendidikan secara mendasar merupakan bidang kajian filsafat, khususnya filsafat tentang hakikat manusia dan kedudukannya di tengah dunianya dengan segenap harapan dan kebutuhannya, baik yang menyangkut harapan duniawi maupun ukhrawi.

Tujuan pendidikan merupakan masalah sentral dalam proses pendidikan. Hal itu disebabkan oleh fungsi-fungsi yang dipikulnya.

Pertama, tujuan pendidikan mengarahkan perbuatan mendidik. Fungsi ini menunjukan pentingnya perumusan dan pembatasan tujuan pendidikan secara jelas. Tanpa tujuan yang jelas, proses pendidikan akan berjalan tidak efektif dan tidak efisien, bahkan tidak menentu dan salah dalam menggunakan metode sehingga tidak mencapai manfaat.

Baca entri selengkapnya »